my desire

Archive for October, 2007


sms? telepon aja…

Oct 12, 2007 Author: azil | Filed under: Uncategorized

Dewasa ini sudah menjadi hal yang umum bagi sebagian masyakat untuk berucap salam lebaran dengan sms. Tua, muda, semua terbawa euforia kirim salam dengan sms. Kalau ingat masa lalu, ketika telepon selular belum memasyarakat, kirim salam dengan sms bukan hal yang biasa. Malah, kirim kartu lebaran lewat pos atau bahkan mengunjungi langsung merupakan cara yang lumrah. Lalu, seiring perkembangan teknologi berubah pula pola berkirim salam lebaran. Hadirnya layanan sms yang dipicu dari operator selular mengubah tren berkirim salam. Alasannya, praktis. Mungkin praktis adalah alasan dari hampir semua masyarakat yang menggunakan layanan sms. Waktu yang singkat dan terbatas menjadikan sms menjadi tren terkini saat ini.
Operator juga tidak menyiakan kesempatan emas ini. Melalui berbagai promo yang dimaksudkan untuk menarik pelanggan sebanyak – banyaknya. Dan mereka serius menghadapi tren sms ini. Beberapa yang saya tahu sudah bersiap – siap dengan teknologi terbaru, dan kehandalan jejaringnya.
Walaupun demikian, tetap saja sms gagal terkirim, atau telat terkirim menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat yang mengirim sms lebaran. Masyarakat umumpun memakluminya dengan beranggapan “ah.. Mungkin yang kirim sms banyak, jadinya jalurnya penuh”.
Akhir – akhir ini, ucapan melalui sms terkesan “basi”. Budaya copy paste juga mewabah. Sms yang masuk, setelah menurutnya bagus langsung diforward ke relasinya lain. Kata – kata yang teruntaipun jadi berkesan hanya itu – itu melulu. Sehingga yang demikian tidak terasa jalinan tali silaturrahminya.
Solusinya? Telepon jika mendatangi langsung terasa sulit. Ungkapkan langsung apa yang ada di hati dengan tulus dijamin tidak basi. Telepon langsung ke HPnya jika yang bersangkutan tidak berada di rumah. Mahal? Ah sepertinya tidak jika dibandingkan dengan sampainya ungkapan di hati.
Malah, dewasa ini beberapa operator bersaing dengan harga murah dan bahkan “gratis”.
Fren, dari Mobile-8 misalnya, langsung memberikan GRATIS pulsa sebanyak delapan ratus ribu rupiah (Rp.800.000) untuk setiap pembelian paket terbarunya yang berharga kurang dari empat ratus ribu rupiah (Rp.388.000). SMS? Telepon aja…

rasa duaan

Oct 9, 2007 Author: azil | Filed under: life

rasa duaan

malam itu, selepas sholat isya berjamaah. kami keluar dari kamar menyusuri jalan setapak menuju suatu lapangan hijau yang disulap menjadi tempat makan. diterangi oleh cahaya obor, makanan yang tersaji dan tertata rapih, pelayan yang ramah, serta dilengkapi dengan iringan musik kecapi suling. kalau saya tidak salah tebak, judulnya “rasa duaan”.

malam itu, memang diatur sedemikian rupa agar suasana menjadi berbeda. pengaturan cahaya, tempat menyajikan makanan, tempat kami duduk, tempat kecapi dan suling dialunkan. dari jauh, tempat kami bermalam, alunan sayup – sayup suara kecapi suling pun sudah terdengar.

malam itu, saya sengaja memilih tempat dekat dengan sumber suara kecapi dan suling yang teralun merdu. sesaat kami duduk, saya menatap wajahnya. terpaku. terkesima. terpana. alunan kecapi suling yang secara jelas terdengar, menggetarkan jiwa. saya menikmatinya, walau tidak begitu mengerti dengan musiknya. malam itu, saya bergumam “subahallah… cantik sekali istri ku”. semakin lama saya menatapnya, tiba – tiba air mata mengalir sedikit demi sedikit. sampai akhirnya, dia menawarkan minuman hangat sebagai pengalih rasa grogi padanya.

malam itu, saya coba pejamkan mata sejenak sambil kembali meresapi alunan musiknya. sesaat saya buka mata, saya alihkan pandangan ke pemain kecapi suling. argh….. salah satu dari mereka terlihat sedih dan seperti yang sedang menangis. pikir saya saat itu, bapak pemain kecapi sedang teringat sesuatu.

malam itu, rasa duaan. walau pada nyatanya, kami tidak berdua. kami merasa malam itu milik kami, tempat indah itu milik kami, suasana itu milik kami, rahmat dan nikmat itu milik kami.