Setelah mengetahui melalui testpack bahwa istri positif hamil, guna memastikan kami memutuskan untuk memeriksa ke dokter ahli. Cari info sana – sini dengan berbagai kriteria (seperti misalnya dokter harus wanita dan lokasi tidak jauh dari tempat tinggal), akhirnya kami memutuskan untuk memeriksakan ke dr Rudiyanti yang bertugas di Rumah Sakit Internasional Bintaro (RSIB). Cek di internet perihal nomor telepon yang bisa dihubungi dengan maksud untuk mendaftarkan / mendapatkan jadwal praktik dan nomor urut dari ybs[1].

Setelah nomor telepon RSIB didapat, maksud hati ingin mendaftarkan dan mendapatkan nomor urut pada sabtu 26 January 2008. Tetapi menurut informasi dari petugas, untuk pemeriksaan kebidanan tidak bisa mendaftar lewat telepon dan diharuskan datang langsung ke lokasi. Singkat cerita, kami datang kurang lebih pukul sepuluh pagi. Kami kurang beruntung karena tempat parkir penuh dan harus bayar padahal baru kurang dari sepuluh menit cari tempat parkir. *sigh ~ kami parkir di sebrang jalan, tepat di depan bengkel Honda*.

Datang ke loket pendaftaran, kami mendapati nomor urut yang sudah besar lalu kami mendekati ruang praktik ybs. Ahahaha, glek. Tengok kanan kiri, banyak ibu – ibu hamil dengan perut besar :mrgreen: Ternyata nomor urut yang kami dapat dari loket pendaftaran harus diberikan ke suster dari ybs dimana suster ybs telah menyediakan tempat tepat menempel di pintu ruang praktik. Kesimpulan, tambah lama lagi kami harus menunggu :mrgreen:

Singkat cerita, pada saat itu kami menunggu antrian kurang lebih sekitar tiga jam untuk pemeriksaan yang hanya berlangsung sepuluh menit lebih sedikit. Berita yang membahagiakan kami dapat dari ybs, bahwa menurut diagnosa dari ybs istriku benar – benar hamil. Alhamdulillah.

Selesai konsultasi, kami harus mendatangi kembali loket pendaftaran guna mendapatkan nomor antrian untuk pembayaran dari pemeriksaan. Kurang lebih tiga puluh menit kami menunggu untuk tiba giliran membayar jasa ybs. Selesai? belum. Kami harus ke apotik di ruang sebelah depan untuk menebus resep obat dari ybs. Waktunya? kurang lebih sekitar duapuluh menit.

Kurang lebih tiga jam, ditambah tigapuluh menit, ditambah duapuluh menit. Lelah, letih, lemas. Syukurnya bawa bekal minum dan sedikit cemilan untuk dikonsumsi ytc[2]. Hebatnya dalam penantian, ytc sempat tertidur di bangku antrian. What a nice queue *sigh*

Sabtu 9 February 2008, kami kembali memeriksakan kandungan ytc. Guna menghindari kejadian seperti sebelumnya kami susun rencana. Kami anggap sampai dengan dini hari 9 February 2008 rencana kami adalah rencana yang paling efisien.

Sekitar pukul tujuh tigapuluh pagi, saya berangkat ke RSIB untuk mengambil nomor pendaftaran dan tiba sekitar pukul delapan kurang. Ramai, antrian sudah nomor seratusan. Sekitar duapuluh nomor antrian saya tunggu sampai akhirnya tiba giliran untuk mendaftarkan pemeriksaan dari ybs pada hari itu. Selesai mendaftar, saya letakkan nomor pendaftaran di tempat yang telah disediakan oleh suster ybs tepat di depan pintu ruang praktik ybs. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar satu jam. Setelah itu pulang, sarapan, istirahat, dlsb. Sampai akhirnya pukul 11:00 saya dan ytc berangkat dari rumah ke RSIB.

Sampai di lokasi ternyata kami sudah telat lima nomor antrian. Ytc konfirmasi ke suster ybs bahwa kami dengan nomor urut sekian (lupa) sudah tiba dan siap untuk konsultasi dengan ybs. Selang dua nomor urut dari pasien, giliran kami tiba. Kurang lebih sekitar 30 menit kami menunggu. Alhamdulillah, ytc tidak harus menunggu lama. Terlebih sampai tiga jam yang pastinya akan membutuhkan tenaga lebih.

Yang terlewat oleh kami pada saat itu adalah, seharusnya sebelum kami masuk ke ruang praktik ybs, kami mengambil nomor urut untuk pembayaran di loket. Apa daya karena lupa kami mengambil nomor urut pembayaran setelah konsultasi selesai dan harus menunggu kurang lebih tigapuluh menit. Sementara waktu yang terpakai untuk menebus obat masih sama seperti yang sebelumnya.

Kesimpulan, dengan menggunakan metoda terakhir, walaupun sedikit repot (bagi saya karena harus bolak – balik) tetapi yang utama ytc tidak terlalu banyak waktu untuk menunggu antrian.

[1] ybs: yang bersangkutan
[2] ytc: yang tercinta