my desire
Yang saya fahami, setiap individu sudah ada rezekinya masing – masing dan itu sudah diatur oleh Allah swt. Yang orang tuanya kaya tidak berarti rezeki hidupnya akan terjamin (entah itu rezeki keuangan ataupun lainnya). Sebaliknya juga demikian, orang tua miskin (secara keuangan) bukan berarti tidak dapat menikmati rezeki yang maha indah. Status orang tua (dalam hal ini, Ayah) hanya sebagai titipan rezeki yang dilimpahkan dari Allah swt. Ketika seorang ayah bekerja untuk mencari (menjemput, Aa Gym) nafkah, maka yang terjadi adalah rezeki yang didapat dari sang ayah adalah bukan sepenuhnya milik ayah. Ada beberapa bagian yang dititipan untuk anak – anaknya dan tentunya juga mustahik.
Punya pendapat lain?