sesuai jadwal dan rencana kita sebelumnya, jum’at 27 maret 2009, kita bawa arkan ke rs. omni intl. rencana kita untuk membuat tidur secara alami pada proses mri, gagal total. strategi kita saat itu adalah, dengan tidak membuat arkan tidur terutama pada sore hari. sampai akhirnya pada sore setelah arkan mandi, dia rewel karena ngantuk. saya letakkan di kasur, dia langsung tertidur pulas. sampai akhirnya jam lima sore kita bangunkan dan diajak main.

janji dengan bagian radiologi pukul 19:30. karena pada pukul tersebut adalah waktunya dia tidur. tapi apa boleh buat. ruang mri yang begitu dingin, serta arkan yang juga sempat tidur membuatnya tampak ’segar’. awalnya kita tetap berusaha membuat tidur secara manual, berhasil tidur tapi terbangun saat diletakkan di mesin mri.  dengan terpaksa saya menerima anjuran dokter untuk memberikan obat tidur dimana menurut dokter, obat tersebut hanya bekerja selama kurang lebih dua puluh menit.

pemeriksaan dimulai pukul 21:00, dimana normalnya menurut petugas pemeriksaan mri berkisar empat puluh menit. tapi arkan, diperkisa dalam waktu kurang lebih satu jam. penyebabnya, arkan sempat ‘bergerak’ dan posisinya berubah. sementara dalam pemeriksaan tersebut, dilarang untuk bergerak.  

dingin, dan hampir membeku. begitulah yang kita rasakan saat menemani arkan di ruang mri. setelah pemeriksaan selesai, kami peluk arkan dengan erat. agar kembali hangat. hasil dari pengecekan kita dapatkan esok hari, namun kita  belum sempat berkonsultasi dengan dokter ortopedinya. rencana, sabtu besok 4 april 2009 kita akan berkonsultasi dengan dokternya (dr. sapto).

semoga tidak terjadi apapun yang berarti.