my desire
Yang saya fahami, setiap individu sudah ada rezekinya masing – masing dan itu sudah diatur oleh Allah swt. Yang orang tuanya kaya tidak berarti rezeki hidupnya akan terjamin (entah itu rezeki keuangan ataupun lainnya). Sebaliknya juga demikian, orang tua miskin (secara keuangan) bukan berarti tidak dapat menikmati rezeki yang maha indah. Status orang tua (dalam hal ini, Ayah) hanya sebagai titipan rezeki yang dilimpahkan dari Allah swt. Ketika seorang ayah bekerja untuk mencari (menjemput, Aa Gym) nafkah, maka yang terjadi adalah rezeki yang didapat dari sang ayah adalah bukan sepenuhnya milik ayah. Ada beberapa bagian yang dititipan untuk anak – anaknya dan tentunya juga mustahik.
Punya pendapat lain?
Berubah. Apa sih? Satria Baja Hitam? Bukan ah. Beberapa ( dan kebanyakan) motivator menggunakan kata berubah sebagai ajian ampuh bagi audiensnya sebagai sesuatu yang blablabla agar menjadi blablabla dengan blablabla. Yang ada di benak saya dengan kata berubah adalah suatu blablabla yang blablabla menjadi blablabla dengan blablabla. Saya juga pernah dengar kalau mau berubah harus dengan percepatan. Kurang mengerti juga maksudnya apa, tapi mungkin berdasarkan teori fisika (tolong koreksi, nilai fisika saya di sekolah tidak bagus) yang saya ingat ada hubungannya dengan momentum yang dihasilkan dari berubah dan percepatan. Eh sementara, Mas Sofyan kembali memikirkan ulang mengenai percepatan. Entahlah.
Beberapa bulan terakhir ini hidup saya mengalami perubahan. Dari bujangan menjadi suami, dan insyaAllah menjadi seorang abi. Subhanallah. Dahsyat. Pertanyaannya, mampukah saya menjalani perubahan ini semua? jawabannya blablabla. Dan saya pikir dengan momentum yang dahsyat dari perubahan ini, saya perlu percepatan yang dahsyat. Hi Mas
Konon kabarnya hari ini saya juga mengalami perubahan usia. Pengurangan jatah usia tepatnya. Saya juga baru menyadari setelah tadi pagi sebelum sholat shubuh untuk menyempatkan diri melihat agenda di telepon genggam. Sementara istri saya juga kaget mengetahui perihal perubahan usia saya hari ini. Antara lupa dan blablabla, kami memang sedang disibukkan dengan perubahan besar yang dimana Herry mengistilahkan dengan “selamat datang di ospek tahap I“.
Oh iya, perubahan jawaban juga terjadi pada pertanyaan yang sebenarnya kalau saya pikir kurang menyenangkan pada pihak yang ditanya untuk ditanyakan (apalagi berulang – ulang) kepada kami (pasangan yang baru menikah, umumnya). “Sudah isi?”
Satu lagi, tidak ada hubungannya, tapi sedikit menyambung. Kata perubahan berasal dari kata dasar rubah? Beberapa waktu (tahun) yang lalu sempat terjadi tren dari beberapa media (online dan cetak) yang menuliskan “merubah” yang seharusnya ditulis “mengubah”. Dan Benny cerewet sekali dengan hal tersebut di mailing list IDGmail.