Ahad malam, rencana menghadiri resepsi pernikahan teman lama, Nana. Resepsi diselenggarakan di Islamic Center Bekasi, sementara gue di rumah (Graha Raya, Tanggerang). Karena menurut undangan acara dimulai pukul 19:00, kalo tidak salah, gue berangkat dari rumah ba’da maghrib. Dengan jarak antara Tanggerang dan Bekasi tentu hal tersebut adalah mustahil jika tidak melalui jalur khusus. Syukurnya, JORR yang menghubungkan Tanggerang dan Bekasi sudah bisa dimanfaatkan dari sebelum Ramadhan kemarin. Walaupun demikian, target satu jam tiba dilokasi juga masih diragukan mengingat gue menggunakan Atoz. Walhasil, gue memutuskan untuk ngebut.

Dalam perjalanan gue lari di rata – rata 100Km/h – 120Km/h. Kalo boleh dibilang, saat itu gue konvoi sama satu Toyota Land Cruiser yang secara tidak sengaja ada di depan semenjak gue masuk tol Pondok Ranji. Semua berjalan lancar sampai akhirnya ban belakang sebelah kanan pecah di dekat pintu tol Kranggan. *wakakakak*

Saat kejadian, posisi lagi di lajur kanan dengan kecepatan sekitar 110Km/h. Syukurnya tidak menimbulkan goncangan yang berarti dan keadaan lalu lintas tergolong sepi sehingga bisa ke tepi sebelah kiri dengan selamat. Sampai di tepi, jelas bingung karena belum pernah sekalipun mengganti ban mobil. :mrgreen: Yang dilakukan saat itu, bengong sebentar di dalem, keluar mobil lalu buka bagasi belakang, ambil ban serep, duduk di ban serep sambil otak – atik segitiga pengaman :mrgreen: Tidak lama setelah itu, ambil dongkrak dari tempatnya, coba ngolong berkali – kali tapi selalu gagal dan baru berhasil setelah iseng membalikan posisi dongkrak. Singkatnya, gue berhasil mengganti ban.

Kondisi ban sebenarnya memang sudah tidak bagus. Awal mula ban tidak bagus setelah Atoz gue bawa untuk jalan – jalan ke Garut setelah nikah dua bulan yang lalu tanpa persiapan yang banyak (balancing). Sepulang dari Garut, ketika kecepatan rendah terasa goyang kanan – kiri. Gue kaget ketika orang bengkel ban mencopot ban. Kondisi semua ban sudah tidak rata, terutama untuk ban depan. Sementara kondisi ban belakang walaupun sudah tidak bagus, tapi menurut penuturan orang bengkel masih bisa jalan. Karena saat itu sedang bokek, gue putuskan untuk ganti ban depan sementara. Ganti ban, spooring, balancing, lalu kembali beraktivitas seperti sediakala sampai akhirnya kejadian di Ahad malam lalu.

Dan sekarang, Atoz sedang bermalam di bengkel Koh Ahoy untuk dirapihkan bagian bemper belakang. Karena saat kejadian pecah ban, pecahannya mengenai bagian bemper belakang.

*bokek*

Pelajaran yang bisa diambil:

  1. Jangan lupa secara rutin untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi ban.
  2. Atoz bukan Alphard, dan juga bukan kelasnya untuk konvoi dengan Land Cruiser.